Mandiri Group berburu start up di Indonesia Innovation Forum 2019

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk lewat anak perusahaan yang bergerak pada biang modal ventura yakni Mandiri Capital Indonesia terus mencari start up pontensial. Terbaru, Mandiri bersama Kementerian Pariwisata dan Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar Indonesia Innovation Forum (IIF) 2019.

Gelaran ini akan berlangsung pada Rabu, 11 Desember 2019 di Hotel Ritz Carlton. Acara yang bertajuk To The Next Level & Beyond itu, Bank Mandiri bersama Kemenparekraf akan mempertemukan pemangku kepentingan dengan pelaku industri kreatif termasuk start up dalam memperkuat pengembangan ide dan inovasi untuk kemajuan industri kreatif Indonesia.

Direktur akses permodalan non perbankan Kemenparekraf Syaifullah mengatakan, IIF akan diikuti ribuan start-up dan pelaku industri kreatif serta menghadirkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri.

“Melalui agenda ini, kami ingin menguatkan dan mengembangkan industri kreatif Indonesia sehingga nantinya dapat berkompetisi di ranah global,” kata Syaifullah di Jakarta pada Jumat (6/12).

Vice President in Transformation Office Directorate Bank Mandiri Dimas Ardianto mengatakan, Bank Mandiri memiliki perhatian dalam pengembangan start up maupun industri kreatif di Indonesia. Selama ini, Bank Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia telah memberikan dukungan pendanaan kepada berbagai start up di bidang fintech.

“Pada ajang IIF 2019, kami bersama Kemenparekraft akan mempertemukan para start up nasional dengan pemangku kepentingan dan angel investor yang nantinya dapat mengembangkan bisnis mereka,” ujarnya.

Manager Mandiri Capital Indonesia Rabbi Amrita Givatama bilang sejauh ini telah menyuntikkan pendanaan kepada 13 start up di Indonesia. Terakhir start up yang mendapatkan pendanaan adalah Halofina. Tujuannya untuk mendorong Digital Financial Advisory & Wealth Management bagi Bank Mandiri.

Pada IIF 2019, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro akan memberikan berbagai update kebijakan pemerintah dalam pengembangan sektor ini.

“Kami berharap, IIF 2019 akan menjadi momentum yang sangat baik dalam upaya pengembangan sektor kreatif di Tanah Air agar start up dan pelaku industri kreatif Indonesia dapat mendunia,” ujar Dimas.

Syaifullah menyatakan IFF 2018 digelar guna mendorong para start up bisa melantai di pasar saham. Ia bilang program ini agar memberikan alternatif bagi start up untuk mencari pendanaan. Tahun lalu acara ini telah diikuti oleh 4.000 peserta, 1.200 start up dan 200 investor.

Link