Mandiri Capital Indonesia
Search
Close this search box.

Mandiri Capital Sebut BTN (BBTN) Bakal Jadi Investor Startup Teknologi Properti

Mandiri Capital Indonesia menyebut BTN (BBTN) bakal berinvestasi di startup sektor teknologi properti atau proptech. Investasi dilakukan melalui BTN Fund.

PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menyatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menjadi investor strategis bagi perusahaan rintisan atau startup di sektor teknologi properti atau proptech.

Direktur Investasi MCI, Dennis Pratistha mengatakan, sebagai active investor, BTPN melalui BTN Fund akan mendorong proses value creation pada investrees melalui aktivitas business development yang didukung dengan sinergi antar ekosistem Bank BTN, MCI, dan BUMN.

“BTN dapat meningkatkan NIM, fee-based income, dan cost efficiency dan improvement. BTN akan menjadi investor strategis bagi startup yang dinilai bisa memberikan nilai tambah,” kata Dennis usai acara pembentukan BTN Fund, Rabu (6/12/2023).

Adapun BTN menggandeng Mandiri Capital membentuk dana kelolaan khusus pendanaan ke startup di bidang mortgage dan proptech. Saat ini proses perizinan untuk dana kelolaan ini masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan, BTN menjadi investor tunggal untuk BTN Fund ini dan menyiapkan dana investasi berkisar Rp200 miliar hingga Rp400 miliar.

BTN akan masuk untuk berbagai tahapan investasi untuk startup yang memiliki bisnis di Indonesia dan bergerak di proptech, mortgage tech, fintech, embedded finance, construction tech, open finance, SaaS, dan sektor strategis lainnya yang sejalan dengan bisnis utama mereka.

“Dalam visi BTN menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia, salah satu inisiatifnya bagaimana kita mengembangkan bisnis yang mendukung sektor perumahan. ASEAN mortgage sangat prospektif dan untuk go digital di area mortgage, digital payment, dan ekosistemnya kita enggak bisa grow secara organik. Jadi perlu akselerasi lewat partnership,” jelas Bowo.

Menurut Bowo, perizinan dari OJK biasanya memakan waktu antara tiga sampai enam bulan. Bila tidak ada aral melintang, investasi ke startup akan dimulai setelah mengantongi izin.

Rencananya untuk dana kelolaan tersebut, BTN dan MCI akan menyuntik 10-20 startup. “Yang terpenting startup punya operasional di Indonesia,” tambahnya.

Dalam menilai calon portofolionya, BTN akan melihat prospek, model bisnis, dan solusi yang unik ditawarkan oleh startup, sejalan dengan bisnis BTN. Tidak hanya investasi, startup tersebut nantinya dapat mengintegrasikan layanannya dari BTN, baik dari sisi transaksi, kanal penjualan, hingga percepatan proses bisnis.

Sebelumnya, wacana BTN untuk membentuk modal ventura sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Kandidat yang akan diakuisisi adalah Sarana Papua Ventura adalah anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Bowo mengonfirmasi bahwa BTN batal untuk mendirikan corporate venture capital (CVC) sendiri. Alasannya dikarenakan setelah ditinjau, opsi yang paling cepat dan masuk akal untuk segera beroperasi adalah membentuk dana kelolaan bersama mitra.

“Kalau buat VC izinnya lebih sulit, perlu didukung juga oleh talenta yang spesialis di area ini. Setelah di-review, paling kecil risikonya dan impact positif lebih baik buat BTN akhirnya lewat membuat fund,” jelasnya.

sumber: https://www.idxchannel.com/banking/mandiri-capital-sebut-btn-bbtn-bakal-jadi-investor-startup-teknologi-properti

Written by admin

Bagikan ke:

Breaking News