Mandiri Capital Indonesia

Konsisten, Pendanaan Startup oleh MCI Lebih Selektif di 2023

Konsisten, Pendanaan Startup oleh MCI Lebih Selektif di 2023

Isu resesi global dan kondisi perekonomian yang dipenuhi ketidakpastian membuat Indonesia turut merasakan pengaruhnya. Salah satu imbasnya adalah industri modal ventura yang akan semakin selektif dalam melakukan pendanaan kepada perusahaan startup 

Hal ini sejalan dengan Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) yang menyebut investor akan lebih selektif menyalurkan dananya kepada startup di tahun 2023 karena resiko pelemahan ekonomi global. Menurut asosiasi, minat investasi pada startup sebenarnya ada karena likuiditas investor masih cukup banyak, baik investor domestik maupun asing. Tapi, memang akan menjadi lebih selektif.  

Selain itu, beberapa investor dinyatakan mengalami peningkatan cost of capital untuk berinvestasi pada startup, karena terdapat instrumen investasi lain yang lebih menguntungkan, sehingga mereka akan lebih selektif. Status investor lainnya yakni wait and see karena potensi resesi global dapat membuat valuasi suatu startup menurun sehinggga mereka akan menunggu sampai valuasinya menjadi lebih tinggi.  

Mandiri Capital Indonesia (MCI) adalah salah satu perusahaan modal ventura yang menyatakan bahwa mereka akan lebih selektif dalam mengeluarkan pendanaan startup di tahun 2023.  

Level Pendanaan Startup 

Pada dasarnya, terdapat level pada pendanaan startup. 

  1. Pre-Seed Funding. Pendanaan ini merupakan pendanaan startup paling awal saat mulai berdiri. Sumber modalnya bisa dari uang pribadi atau dari kerabat terdekat seperti keluarga, teman, atau rekan satu circle.  
  2. Seed Funding. Tahap seed funding berarti bisnis sudah mulai berjalan dan berkembang. Tahap ini merupakan tahap yang paling krusial karena menentukan apakah perusahaan startup mampu mengelola keuangan dengan baik atau tidak. Sudah terbukti bahwa banyak startup gulung tikar pada tahap pendanaan ini. Adapun sumber pendanaan seed funding berasal dari micro venture capital and crowdfunding.  
  3. Pendanaan seri A. Selanjutnya, pendanaan startup naik ke level seri A. Startup yang bisa mencapai level ini berarti sudah memiliki produk tetap serta kinerja, performa, dan eksistensinya telah terbukti. Startup juga sudah dikenal publik dan memiliki pelanggan. Sumber pendanaannya berasal dari investor perusahaan modal ventura raksasa.  
  4. Pendanaan seri B. Naik le level pendanaan berikutnya yaitu pendanaan seri B. Startup di level ini sudah mampu menghasilkan laba yang stabil. Di masyarakat, startup ini sudah memiliki nama dan produknya sudah diterima masyarakat.  
  5. Pendanaan seri C. Berikutnya, naik lagi ke level seri C. Pendanaan ini diberikan kepada startup yang sudah matang. Biasanya pertumbuhan bisnisnya kian meningkat.  
  6. Pendanaan seri D, E, F, G. Startup yang telah mendapatkan pendanaan seri C secara kriteria sudah memenuhi syarat untuk IPO. Namun, tidak semua startup ingin langsung muncul ke publik. Biasanya, startup ini lebih memiliki pendanaan lanjutan (D, E, F, G). 
  7. IPO. IPO atau initial public offering adalah penawaran saham bisnis ke masyarakat luas melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).  

Pendanaan MCI di 2023 

Di awal tahun, Mandiri Capital Indonesia (MCI) mengumumkan bahwa mereka akan selektif melakukan pendanaan startup di tahun 2023. Pasalnya, MCI melihat tanda-tanda perlambatan ekonomi baik di level global maupun di Indonesia sendiri. Salah satu dampak dari kondisi tersebut adalah pasar saham yang diperkirakan akan mengalami koreksi, sehingga mengakibatkan pendanaan startup ikut menurun. 

Di sisi lain, perusahaan startup portofolio MCI sudah mulai fokus terhadap performa finansial mereka, terutama untuk mencapai profit. Mereka juga sudah mulai mengurangi aksi ‘bakar uang’ yang biasanya menjadi strategi startup untuk mendapatkan profit di awal perusahaan mereka didirikan.  

Pada startup portofolio MCI, mereka lebih berhati-hati dengan mengoptimalkan pengeluarannya dan fokus menjalankan strategi untuk mencapai profit. Hal ini dilakukan karena kondisi yang sulit diprediksi akan berlanjut kedepannya. Namun, menurut MCI, investor masih akan mengucurkan dananya tetapi lebih selektif.  

Faktor Yang Mempengaruhi Pendanaan Startup

Dengan prediksi yang ada, modal ventura di Asia Tenggara, tak hanya di Indonesia, akan lebih selektif dalam memilih startup yang menjadi target pendanaan. Selain isu resesi global, ketidakpastian makroekonomi, valuation multiple yang turun, tingginya suku bunga, hingga sentimen negatif dari perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) diprediksi akan membuat investor fokus memberikan pendanaan ke perusahaan yang dapat mencapai profitabilitas lebih cepat.  

Hal terpenting yang wajib diwaspadai di 2023 adalah mengenai bagaimana perusahaan tumbuh, mempertahankan valuasi dan bertahan dalam kondisi yang cenderung sulit serta penuh tantangan.  

Apa yang Harus Startup Lakukan? 

Startup harus tegas dan jelas dalam mendefinisikan prioritas dan arah bisnis mereka. Selain itu, manfaatkan teknologi. Perluas teknologi di area yang belum terdigitalisasi. Bagi perusahaan yang sudah cukup lengkap teknologinya, bisa mencoba untuk menggunakan teknologi yang lebih baru agar operasional lebih efisien.  

Startup perlu memperbaiki model bisnis mereka agar menghasilkan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, sehingga dapat menarik masuk investasi langsung. Startup juga perlu lebih disiplin dalam mengelola keuangan mereka dan mengurangi tren mengeluarkan dana untuk promosi dan ‘bakar uang’ guna mengumpulkan sebanyak mungkin data pengguna. Kendati demikian, pelaku startup tetap harus melakukan persiapan untuk menghadapi perlambatan ekonomi. 

Karakter Yang Dicari dalam Pendanaan Startup MCI

(sumber: mandiri-capital.co.id)  

Melihat isu ini, banyak perusahaan modal ventura termasuk MCI akan melakukan investasi pada startup yang dianggap sesuai dengan filosofi investasi perusahaan yaitu, fokus pada People and Potential Market untuk investasi startup pada tahap awal (seed funding), serta growth fund ke perusahaan yang sudah memiliki revenue. 

Founders yang memimpin startup dengan integritas dan self-awareness menjadikan startup tersebut potensial. Dengan karakteristik ini, founders akan mampu membawa perusahaannya untuk fokus pada tujuannya dan kuat dalam menghadapi tantangan. Selain itu, founders yang mampu membangun tim yang kompak pasti mampu membangun produk yang berkualitas dan menjangkau pasar yang besar, sehingga startup bisa berkembang dengan cepat.  

Perusahaan modal ventura juga akan berfokus kepada startup yang profitable. 

Sektor Potensial di 2023 

Prediksi sektor potensial startup di 2023 tidak hanya terkonsentrasi pada e-commerce.  Salah satu faktornya yakni bahwa E-commerce menjual banyak barang termasuk barang-barang yang bukan esensial. Dalam prediksi, startup di tahun ini akan menguat di beberapa sektor antara lain; fintech, agritech (pertanian) dan foodtech, D2C (direct to consumer), serta startup yang bergerak di bidang permasalahan iklim.  

Hal ini mengikuti kebutuhan masyarakat yang sedang berfokus pada barang-barang primer seperti pangan.  

Dukungan MCI pada Startup Portfolio 

MCI bekerja sama dengan para perusahaan portofolio untuk membantu dalam memetakan situasi mereka. Hal ini merupakan upaya dalam mendorong perusahaan portofolio untuk memperluas landasan mereka, karena ketidakpastian ada di depan mata. 

MCI sebagai perusahaan modal ventura BUMN memiliki akses keuangan yang luas sehingga diprediksi memiliki ketahanan bisnis yang panjang. Namun, pada prakteknya MCI konsisten akan lebih berhati-hati dan selektif melakukan pendanaan maupun investasi pada perusahaan portofolionya maupun startup potensial lainnya.  

Ingin menjadi bagian dari MCI? Informasi pendanaan, investasi, maupun layanan dan produk MCI lainnya dapat diakses melalui laman resminya yaitu https://mandiri-capital.co.id/ 

Ditulis oleh Sooca Digital

Bagikan ke: