Kemkominfo Rilis PSrE untuk Perkuat Keamanan Transaksi Elektronik

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) Indonesia.

Melalui acara peluncuran ini, Kemkominfo mengumumkan enam mitra PSrE dengan dua di antaranya dari pemerintah yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Empat mitra lain PSrE berasal dari sektor swasta, yaitu Privy.id, Peruri, Digisign, dan Vida. Enam layanan yang dimiliki PSrE adalah Tanda Tangan Elektronil (TTE), Segel Elektronik (e-seal), Preservasi berupa TTE dan stempel elektronik, penanda waktu, pengiriman elektronik tercatat, dan otentikasi website.

Sertifikasi digital ini dinilai akan membuat transaksi elektronik, seperti pengiriman dokumen, menjadi lebih aman, dan terjamin keasliannya.

“Saat ini layanan pemerintah dan swasta menjadi leih efisien dengan penerapan layanan elektronik, tapi juga rawan dipalsukan. Oleh karena itu, dibutuhkan jaminan agar transaksi elektronik dapat dipercaya,” ungkap Menkominfo, Johnny G. Plate dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Samuel Abrijani Pangerapan, di acara peluncuran PSrE dan Promosi TTE, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Penggunaan TTE, misalnya, dinilai juga dapat menangkal kejahatan siber yang saat ini kian sering terjadi. Selain itu, sertifikasi digital juga diharapkan akan membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Tanda tangan elektronik untuk menjamin transaksi elektronik karena pengguna dapat terverifikasi, dan akurat, serta juga dapat mendorong ekonomi digital. Indonesia juga bisa hemat hingga ribuan ton kertas jika migrasi ke digital,” tuturnya.

Ditambahkan Semuel, dokumen dengan sertifikasi elektronik memiliki tingkat keamanan yang labih baik. Selain karena bisa diverifikasi kebenarannya, dokumen juga tidak mudah diubah.

Di era digital, kata Semuel, kepastian soal kebenaran di dalam semua dokumen sangat dibutuhkan.

“Ini merupakan metode untuk memastikan dokumen yang sah. Zaman digital ini, orang bisa menyalin atau mengedit dokumen dengan mudah, tapi dengan ini (sertifikat digital) tidak bisa diubah. Jika diubah, dokumennya bisa langsung rusak karena bisa dilihat langsung dari segelnya,” jelasnya.

Link berita : https://www.liputan6.com/tekno/read/4109924/kemkominfo-rilis-psre-untuk-perkuat-keamanan-transaksi-elektronik

Perkuat Wirausahawan Muda, Bank Mandiri Gelar “Mandiri Goes To Campus”

KOMPAS.com – Era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital, sumber daya manusia dituntut untuk lebih terbuka dengan teknologi dan wawasan baru. Menjawab tantangan itu, Bank Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia serta Universita Pancasila menggelar program edukasi ” Mandiri Goes to Campus”. Acara di Universitas Pancasila ini banyak membahas seputar dunia entepreneurship. Iwan Tri Imawan, Vice President RCHBDH Region V / Jakarta 3 mengatakan Bank Mandiri berkomitmen mengembangkan dunia pendidikan dengan bersinergi dengan industri perbankan. Menurutnya, Bank Mandiri memberikan masukan-masukan kepada mahasiswa terkait perkembangan internet dan fintech dalam program “Mandiri Goes to Campus”.

Dorong lahirnya entrepreneur “Kalau kepada mahasiswa, kami juga sharing misalnya ke depan ini kan kita gak akan melepaskan diri dari yang namanya teknologi. Dari sisi internet dan fintech,” kata Iwan kepada Kompas.com setelah acara Mandiri Goes To Campus di Universitas Pancasila, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dorong Kreativitas Wirausaha Melalui Kompetisi Ia berharap dengan adanya program “Mandiri Goes to Campus”, mahasiswa setelah lulus bisa terpacu menjadi entepreneur. Bahkan, sebelum mahasiswa lulus juga bisa memulai usaha. Dini Isnarti Vice President Transaction Banking Wholesale Product Group Bank Mandiri, menambahkan program Mandiri Goes To Campus telah hadir sejak lima tahun yang lalu. Dalam program Mandiri Goes To Campus, Bank Mandiri memberdayakan grup-grup Bank Mandiri sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan. “Acara ini yang kedua setelah di Medan. Sampai akhir tahun akan ada 11 tempat (untuk Mandiri Goes To Campus),” tambah Dini kepada Kompas.com. Acara “Mandiri Goes To Campus” akan digelar di 12 region Bank Mandiri mulai dari Bali hingga Sumatera. Untuk pemilihan tema-tema sharing pengetahuan, lanjut Dini, dipilih atas diskusi dengan pihak kampus.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/11/07/08435581/perkuat-wirausahawan-muda-bank-mandiri-gelar-mandiri-goes-to-campus.

What Corporate Venture Capitalists look for

Below are some of our highlights of the meetup.

1. Mandiri Capital Indonesia Introduction: Corporate Venture Capital (CVC)

2. Collaboration between startups and incumbents (large corporates) with emphasis on fintech

Speaker – Eddi Danusaputro

www.linkedin.com/in/eddi-danusaputro-a39a1

1. Steps to Close an Investment Deal with CVC

2. Types of Synergy between Startups and CVC

3. How to Navigate with Corporate Bureaucracy

Speaker – Marshall Pribadi

www.linkedin.com/in/marshallpribadi/

LIMITED SEAT! FIRST COME FIRST SERVE.

For more info:

Telegram Group Chat : t.me/corporatestartup

Instagram : instagram.com/thecorporatestartup

Facebook : www.facebook.com/groups/2282441645414790/
Or contact us through Whatsapp or Telegram:

Sanjay (+62 87823768615)

Chitta Amaryllis (+62 813-1133-2713)

Registration : http://bit.ly/csmeetup_06

Mandiri Edukasi 2019

Halo Generasi Millenials,

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk mengadakan acara Mandiri Edukasi 2019 beserta PT. Mandiri Capital Indonesia mengadakan acara Mandiri Edukasi 2019.

Acara ini berupa Seminar & Talkshow mengenai cara Cerdas Berinvestasi & Tips menjadi Entrepreneurship Muda yang juga akan disampaikan menghadirkan wirausaha muda.

Pasti nya akan membangkitkan semangat generasi millenials untuk lebih Cerdas dalam mengatur keuangan kalian untuk berInvestasatau menjadi Entrepreneur.

Di acara ini kalian juga akan mendapatkan Goodie Bag, Doorprize senilai jutaan rupiah,Snack box & Lunch box.

Pendaftaran via online klik http://bit.ly/mandiriEDUKASI2019

CROWDE

CROWDE is an agriculture-focused fintech startup that empowers farmers across Indonesia with technology and capital. Thousands of farmers and investors across Indonesia have already put their trust in us to accomplish what has not been done before: a farmer-friendly financing ecosystem that put in touch investors seeking attractive returns with farmers that are looking for capital to grow, create employment, and support local communities.

Visit Link

Indonesia Fintech Forum 2019

From talks to exhibits and networking, more than 1000 top key players and leaders in financial technology will be assembling here.

About this Event

From talks to exhibits and networking, Indonesia Fintech Forum 2019 is a full-day experience that will bring together those leading the status quo and its upheaval in the spirit of fostering positive developments in financial technology through collaboration and dialogue.

Here are things you shouldn’t miss at Indonesia Fintech Forum 2019:

Conference – Talks

Top-notch key player and leaders will deliver insights about financial technology, and how it is being and can be used to transform organizations across sectors, including government, and other financial institution.

Some confirmed speakers include:

  • Pamitra Wineka (Tanihub)
  • Stanislaus Tandelilin (ModalRakyat)
  • Alvin Kumarga (Traveloka)
  • Reynold Wijaya (Modalku)

Business Matchmaking

We realize networking is a major drawcard for Indonesia Fintech Forum 2019. The organizers will be bringing a business matchmaking segment to creates opportunities for startups to pitch to some most prominent VC/investors.

If you’re startups who interested to open up business opportunities through this matchmaking session, please kindly register here. And if you’re fellow investors who want to meet hundreds of startups folks, please submit your interest here!

Since we have limited seating, do apply as soon as possible and wait for your confirmation e-mail.

Technology Showcase

We will also present top tech startup companies showcasing the latest developments in one of the world’s most fast-evolving industries. Attendees will have a chance to meet them to see how financial technology adoption can open opportunities in the traditional and tech worlds.

Pitch Competition

We will also present top tech startup companies showcasing the latest developments in one of the world’s most fast-evolving industries. Attendees will have a chance to meet them to see how financial technology adoption can open opportunities in the traditional and tech worlds. Prize pool of IDR 175 million.

Get a chance to win doorprize One (1) Motorcycle & two (2) Umroh package!

Register here: http://bit.ly/fintechforum2019.

(Source : KAFEGAMA)

LINKAJA!

LinkAja! is a electronic financial services which is a product from PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya) that have been registered at Bank Indonesia.    

Visit Link

Teddy Tee

MCI has helped to transform our startup (Cashlez) to be more structured company. The synergy with Bank Mandiri business units and subsidiaries also plays important role to boost the traction from the technology that we have built.

(Teddy Tee Setiawan CEO & Co-founder Cashlez)

Benedicto Haryono

Trust and investment from Mandiri Capital Indonesia is the foundation for KoinWorks to continue to grow and commit to making a greater contribution in supporting financial inclusion in Indonesia

(Benedicto Haryono, CEO & Co-Founder KoinWorks)

Sociopreneur Inspiration UI Kembangkan Kewirausahaan

DEPOK–  Universitas Indonesia (UI), melalui Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha mengadakan acara bertema Sociopreneur Inspiration Universitas Indonesia: How Far Can You Go?

Acara yang digelar di Kampus UI, Depok, Rabu (5/12) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan kewirausahaan di lingkungan Universitas Indonesia.  Acara yang berupa sharing session dan talkshow ini menghadirkan beberapa narasumber di bidang sociopreneur.

Di awal acara diadakan juga penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Universitas Indonesia dengan berbagai pihak dari kalangan industri yang akan mendukung pengembangan kewirausahan di Universitas Indonesia. Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara UI dengan PT Bursa Efek Indonesia,  Kejora  Ventures,  PT Integritas Training Idea, PT Investasi Inovasi Indonesia dan GK-  Plug and Play.

Selain Nota Kesepahaman Bersama dalan acara ini dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara UI dengan PT Mandiri Capital Indonesia dan antara UI dengan PT Suitmedia Kreasi Indonesia. Kerjasama yang yang akan dilakukan adalah kerjasama mengenai Program Pembinaan Kewirausahaan.

Sesi sharing session menghadirkan narasumber yang merupakan sociopreneur dan investor yang khusus memberikan pendanaan bagi sociopreneurSharing session ini diawali oleh Imam B Prasodjo yang merupakan founder dari Yayasan Nurani Dunia dan berbagi pengalaman dalam membangun kampung ilmu di daerah Purwakarta, dilanjutkan dengan sharing oleh Wilda Yanti mengenai usaha bank sampah yang dikelolanya. Sesi pertama ditutup dengan sharing oleh Vivi Laksana, Direktur Kinara Indonesia yang menyampaikan mengenai investasi berdampak sosial.

Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dipandu oleh moderator Anggriawan Sugianto COO Suitmedia dengan narasumber Andi Taufan Garuda, CEO Amartha; Rici Solihin, founder Paprici; Ferry Alif, CEO Infishta dan David Christian, co-founder Evoware. Dalam talkshow ini narasumber dipandu oleh moderator akan mendiskusikan mengenai apa itu sociopreneur dan tantangan dalam mengembangkan social enterpriseberdasarkan pengalaman masing-masing narasumber. Acara ditutup dengan sharing session terakhir yang disampaikan Alamanda S. Santoso founder Binar Academy yang berbagi mengenai pengelolaan sekolah programmer gratis.

Acara ini merupakan bentuk dukungan UI terhadap kewirausahaan terutama untuk  mendorong terciptanya start up di lingkungan UI yang dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat secara luas, dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Kedepannya UI akan terus selalu berupaya untuk mengembangkan kewirausahaan dengan memberikan sarana pendampingan dan pembekalan untuk para start up dengan berkolaborasi dengan industri dan berbagai pihak terkait. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (ral)

(Sumber: beritasatu.com)

GSI Scale Con 2018 Usung Tema Pembinaan Startup Tahap Lanjutan

Ekosistem startup belakangan ini terus berkembang seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk menghadirkan solusi lewat inovasi yang mereka tawarkan. Untuk itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Mandiri Capital Indonesia meluncurkan GoStartupIndonesia (GSI).

GSI menghadirkan konferensi GSI Scale Con yang merupakan rangkaian final pitching competition, talkshow dan mentoring  di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta (3/12/2018). Konferensi yang baru diseleranggarakan pertama kalinya ini didatangi oleh lebih dari 2.000 peserta dari kalangan pegiat teknologi, startup, korporasi, investor, media, pengusaha, akademisi, dan komunitas.

“Platform ini bertujuan mensinergikan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem startup dan konferensi tahunan ini merupakan ajang penting sekaligus bermanfaat, yang mempertemukan setiap pihak yang terlibat seperti pemerintah, ahli di bidang teknologi, penggiat startup hingga para investor, dan mendorong semakin banyak startup untuk IPO (Initial Public Offering),” ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

“GSI Scale Con merupakan salah satu kegiatan di bawah GostartupIndonesia dalam upaya membangun ekosistem melalui pemberdayaan Universitas, inkubator, akselerator, dan Coworking Space dalam menciptakan ekosistem yang kondusif untuk tumbuh kembang startup,” ujar Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah. Di GSI Scale Con, pemenang kompetisi Pitching dari Surabaya, Yogyakarta, Batam, Medan, Bali, Bandung, dan Jakarta dengan total sebanyak 15 startup finalis GSI akan mengikuti final pitching dan sudah mengikuti bootcamp selama 5 hari di Jakarta.

Selain panggung khas konferensi teknologi, pengunjung juga bakal menikmati banyak acara menarik di ajang ini. Contohnya saja GSI Alley, pameran startup yang dimeriahkan oleh lebih dari 16 startup inovatif para finalist dari kota-kota roadshow dari GSI Startup Championship yaitu Surabaya, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Jakarta, Bandung & Batam.

Selanjutnya ada Scale Hours dan Studios, sesi yang memfasilitasi peserta konferensi untuk lebih dekat dengan para ahli berpengalaman di industri startup. Sesi diskusi pada Scale Studios bahkan dibatasi dalam kelompok kecil agar diskusi dan interaksi dapat lebih fokus. Lalu ada Speed Dating yang akan mempertemukan para startup dengan puluhan investor terkemuka dari berbagai negara.

Kemudian ada GSI Startup Championship Grand Finale sebagai sesi puncak konferensi, dimana dalam arena pitch battle menghadirkan startup terbaik untuk melakukan pitching di hadapan peserta dan menjawab pertanyaan dari dewan juri. Menariknya lagi, finalis berkesempatan mendapatkan paket pelatihan startup di Amerika Serikat dan Jerman, eksposur dari investor, media serta hadiah jutaan.

“Kami mendukung penuh event seperti GSI Scale Con yang selaras dengan tujuan Mandiri untuk terus berupaya mengoptimalkan potensi semangat kewirausahaan dan startup di Indonesia. Kami berharap kegiatan seperti Scale Con ini bisa membantu para startup mengatasi salah satu masalah terbesar mereka yakni akses kepada mentor dan bimbingan startup tahap lanjutan,” kata Hira Laksamana, Direktur Finance dari Mandiri Capital.

Editor : Eva Martha Rahayu

(Sumber: www.swa.co.id)

Mandiri Capital sudah salurkan pendanaan ke fintech Rp 400 miliar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) sudah menyalurkan pembiayaan ke perusahaan teknologi finansial atau fintech sampai September 2018 sebesar Rp 400 miliar.

Eddie Danusaputro, Direktur Utama Mandiri Capital mengatakan, penyaluran dana ke fintech ini sudah dilakukan kepada 10 perusahaan.

“Mungkin di akhir tahun nanti akan ada tambahan pembiayaan kepada satu sampai fintech lagi,” kata Eddie, Senin (12/11).

MCI telah membiayai banyak start-up, yaitu Privyid, Moka, Amartha, CaShlez, Yokker, Digital Artha Media, Investree dan Koinworks. Menurutnya, dengan berinvestasi di startup sebagi investasi jangka panjang dan bisa dinikmati hingga lima tahun ke depan.

“Imbal hasil hanya bisa terealisasi jika kami sudah jual saham dan belum tahu berapa lama. Bisa jadi sekitar 3 tahun-5 tahun,” kata dia.

Walaupun masih sebagi pemain baru di bisnis modal ventura ini, MCI menilai perusahaan modal ventura yang sehat secara bisnis, dilihat dari total dana kelolaan, kemudian penyertaan ekuitas, return dari investasi dan dampaknya kepada pembukaan lapangan pekerjaan baru.

(Sumber: kontan.co.id)